Wednesday, April 20, 2011
Online Dispute Resolution

Perkara bisnis seringkali dihadang oleh rumitnya prosedur yang harus dijalani setiap orang untuk penyelesaiannya. Disatu sisi perusahaan terus berlari ke depan dalam menghadapi kompetisi, namun disisi lain akibat adanya sengketa yang bermuara dari miss komunikasi menjadi penyebab anjlok atau menurunnya tingkat produksi atau pelayanan jasa.

Dekade sekarang telah banyak yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam menawarkan jasa penyelesaian sengketa, baik berupa litigasi maupun non litigasi. Litigasi yang dimaksud di sini adalah penyelesaian sengketa melalui pengadilan, sedangkan non litigasi adalah penyelesaian sengketa diluar pengadilan.

Lebih menarik jika dalam kesempatan ini saya menguraikan lebih detail hanya untuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan (Non Litigasi), karena litigasi sendiri telah diketahui secara bersama.

Non litigasi diawal abad XVIII telah menunjukkan tren yang sangat meningkat, dan sebenarnya cocok digunakan oleh masyarakat indonesia karena adanya corak musyawarah untuk mencapai mufakat. Jika dilihat lebih jauh, banyak sekali mekanisme atau bentuk yang ditawarkan dalam penyelesaian sengketa diluar pengadilan, antara lain : Arbitrasi, Mediasi, Konsiliasi dan macam bentuk lainnya. Pengembangan dari bentuk penyelesaian pun hingga saat ini telah menunjukkan tren yang sangat baik, banyak organisasi atau lembaga yang menguji suatu cara untuk membuat penyelesaian sengketa lebih cepat, biaya ringan dan memuaskan oleh para pihak.

Ada 2 pilihan penyelesaian yang telah disepakati bersama oleh para ahli untuk di gunakan dalam formil penyelesaian sengketa non litigasi ;
1. Alternatif Dispute Resolution (Penyelesaian Sengketa Alternatif), atau
2. Online Dispute Resolution (Penyelesaian Sengketa Alternatif Online).

Apakah ada jalan untuk saya menyelesaikan sengketa tanpa harus melangkahkan kaki saya ke pengadilan, atau ke lembaga resmi non litigasi yang telah diakui pemerintah atau dunia internasional?

Dalam menjawab pernyataan diatas harus diketahui terlebih dahulu, apakah penyelesaian dimaksud dapat menguntungkan bagi para pihak atau tidak? Bagaimana mekanisme penyelesaian tersebut? Berapa lama waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan perkara yang ada? Apakah penyelesaian berlaku final dan mengikat atau tidak?

To be continue....

Posted at 12:39 pm by Stumper
Comments (1)  




Saturday, April 09, 2011
Melinda Dee

Ada yang menarik dalam pemberitaan minggu-minggu akhir ini, keluarnya fatwa FIFA terkait batalnya munas di pekanbaru, ngototnya ketua dewan dalam pembangunan gedung wakil rakyat, polisi gorontalo yang senang bernyanyi serta perbuatan yang dapat menjerat melinda dee sebagai senior relationship manager pada sebuah bank.

Disini saya membatasi pemberitaan dengan menyapa perbuatan Melinda Dee yang disinyalir melakukan perbuatan tindak pidana. Melinda dee diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (money loundry) ; perbuatan ini sebenarnya merupakan jenis kejahatan white collar crime atau dikenal dengan istilah kerah putih.

Indonesia mengadopsi kejahatan kerah putih ini dengan meratifikasi ketentuan dari United Nations Convention againts illicit traffic in narcotic drugs and physcotropic substances. Tentunya banyak yang bertanya, apa hubungan pencucian uang dengan psikotropika dan narkotika? 2 hal ini terpengaruh dari beberapa negara eropa dan amerika latin yang mereduksi bisnis-bisnis haram tersebut dengan pembelian-pembelian saham (initial public offering) di bursa dunia.

Adanya ratifikasi dari ketentuan internasional kemudian diterjemahkan pada peraturan perundangan di Indonesia dengan Undang-Undang No.7 Tahun 1997 Tentang Pengesahan konvensi perserikatan bangsa-bangsa tentang pemberantasan peredaran gelap narkotika dan psikotropika.

Peraturan khusus mengenai pencucian uang ini berkembang dengan pesat hingga akhirnya Indonesia memiliki undang-undang tentang pencucian uang yang diatur pada UU No.15/2002, dan perubahan terakhir diatur dalam UU No.25/2003 tentang pencucian uang.

Undang-Undang pencucian uang dengan jelas menguraikan pengertian dari pencucian uang itu sendiri, Pasal 1 angka 1 UU No.25/2003 ;

"pencucian uang adalah perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa keluar negeri, menukarkan atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamar asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah"

Unsur-unsur dari pencucian uang, antara lain :
  1. adanya pelaku (setiap orang atau perseorangan atau korporasi = subjek hukum, Pasal 1 angka 2 UU. 25/2003)
  2. transaksi keuangan atau alat keuangan atau finansial untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah
  3. merupakan hasil tindak pidana.
Jika dilihat dari unsur-unsur diatas maka seluruh rumusan delik dapat dikenakan pada melinda dee, hanya saja ada  beberapa hal yang perlu diperhatian sebelum menjerat pelaku yaitu merupakan hasil tindak pidana.
unsur ke tiga dari pencucian uang (merupakan hasil tindak pidana), kadang dihadapkan pada perbuatan materil hukum yang sebenarnya. Hal ini diperlukan pembuktian dan kajian yang lebih dalam apakah pelaku benar-benar melakukan tindak pidana? tindak pidana apa yang dilakukan pelaku? pasal  dan peraturan yang mana dapat menjerat pelaku untuk perbuatan tindak pidananya? apakah tindak pidana yang diperbuat harus dibuktikan terlebih dahulu? apakah diperlukan pembuktian terbalik ? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan waktu saya jadi mahasiswa dulu, apabila tetap masih ada yang bertanya kembali, maka dianggap belum memahami karakteristik kejahatan kerah putih.

Diatas terpampang dengan jelas bahwa perbuatan pencucian uang merupakan penutupan dari aspek ilegal menjadi legal. Aspek ilegal dimaksud seperti apa? perbuatan melawan hukum akibat dari tindakan pengelolaan atas harta kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana. Pertanyaannya : Apakah melinda dee mengumpulkan, menggunakan dana nasabah yang merupakan hasil dari tindak pidana ? Jika benar, menurut hemat saya melinda dee dapat dijerat undang-undang pencucian uang. Namun demikian, apabila rumusan dari unsur ke-3 dari pencucian uang tidak terpenuhi, maka melinda dee akan terlepas dari jeratan undang-undang ini, dan saya tetap meyakini dari awal bahwa melinda dee hanya dapat dijatuhi hukuman dengan tindak pidana penggelapan (Pasal 372 KUH.Pid).


N/b : Tulisan ini hanya pandangan pribadi dan bukan ditujukan atau menekan pihak manapun juga.


Posted at 08:52 am by Stumper
Make a comment  




Wednesday, December 01, 2010
Tersenyumlah!

Harapan adalah "DEWA" yang membuat hidup manusia tentram dan damai.  Ketika harapan muncul maka segala kecemasan, kebimbangan dan kekuatiran dapat dikalahkan. Namun  harapan akan sirna pada saat kegagalan datang. Hal ini merupakan ciptaan sang maha kuasa.

Ya, mungkin saya lupa bahwa manusia memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang memiliki banyak keindahan mulai dari strata sosial, ekonomi, budaya hingga teknologi pada perkembangan zaman saat ini. Hal ini tentunya sejak dulu ada dan bahkan inilah ciptaan sang maha kuasa.

Saya juga lupa didalam dunia yang diagungkan manusia ini bukan lagi bersandar pada tujuan hidup sesungguhnya namun hanya mengejar kekuasaan, materi dan kehidupan kelompok semata dan lagi-lagi hal ini tentunya sejak dulu ada dan bahkan inilah ciptaan sang maha kuasa.

Manusia adalah budak dan pelaksana keagungan yang dimilikiNya. Manusia dianjurkan untuk meminta dan kemudian diberikan sesuai dengan keinginannya, namun segala yang diperoleh akan hilang seketika mengingat apa yang telah dilakukan sebelumnya oleh manusia dan ini juga ciptaan sang maha kuasa.

Segala kehidupan manusia adalah keteraturan menurut rancanganNya. Mahluk kerdil yang tidak berdaya namun diperdaya dan pelangsa menggugat sesuatu yang tidak mungkin diuji kebenarannya karena lagi-lagi segalanya adalah ciptaan sang maha kuasa.

Harapan tinggal kenangan dan semuanya kembali kepada sang maha kuasa, Mari semuanya, tersenyumlah selagi diberikan waktu tersenyum 'karena banyak wajah disekitar kita tidak dapat tersenyum karena ciptaan sang maha kuasa.


Posted at 08:39 am by Stumper
Make a comment  




Tuesday, November 16, 2010
benarkah ?

Penelitian baru menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan manusia merupakan intuisi khayalan yang telah dibangun sejak didalam kandungan.

Posted at 02:51 pm by Stumper
Make a comment  




Wednesday, November 10, 2010
PRINSIPAL!

DAMPAK BURUK MENGEJEWANTAHKAN KEHIDUPAN MANUSIA DAN PENYESALAN PUN TIADA GUNANYA.

2 CIRI KEHIDUPAN MANUSIA DAN PILIHAN ADALAH JAWABAN,
1. KEHIDUPAN EKSTRIM
2. KEHIDUPAN STANDAR

KEHIDUPAN EKSTRIM DITUNTUT UNTUK MELAKUKAN SESUATU YANG DIANGGAP TABU DAN KEINGINAN ITU ADALAH SEBUAH KEPASTIAN.

KEHIDUPAN STANDAR DITUNTUT UNTUK MELAKUKAN SESUATU YANG DIANGGAP BIASA DAN KEINGINAN ITU ADALAH SEBUAH HARAPAN.

JIKA DIURAIKAN LEBIH LANJUT PENJELASAN KEDUA CIRI DIATAS DIPERLUKAN WAKTU MINIMAL 27 TAHUN UNTUK MEMAHAMINYA :)

OM PECENG DITUNTUT MELAKUKAN KEDUA CIRI TERSEBUT DAN AKHIRNYA HARUS MENERIMA REALITAS YANG ADA. KINI TINGGAL MANUSIA TERSISA DAPAT MERENUNGKAN MAKNA HIDUP MASING-MASING.


OM PECENG, YOU LOSE BOS!

(PECENG alias Dr. A. Viva Hardiyanto seorang Analis Senior / Staf Gubernur Bank Indonesia).

Posted at 09:38 am by Stumper
Make a comment  




Monday, November 08, 2010
Hesitate !

Take it or leave it!

pilihan adalah jawaban. permasalahan dapat timbul karena kebimbangan, kecemasan, kebingungan, kegundahan, keraguan dan segalanya yang mencoba merayap didalam pikiran.

hadapi pilihan ini dan hanya sekat pembatas yang mampu membebaskan dari semua pilihan yang ada.

To Be Continue....


- Stumper -

Posted at 01:24 pm by Stumper
Make a comment  




Thursday, November 01, 2007
Infringement on your domain name ?

   A domain name is your address on the web, which can make it vitally important. So, what do you do when someone tries to move onto your yard?

   If you work on the web at all, you know that domain names can be very similar. This raises the question of when one domain crosses the line and infringes on another. The issue is often brought up with larger commercial sites when others register similar domains.

   A claim for domain name infringement is governed by the Uniform Domain Name Dispute Resolution Policy issued by ICANN. As a domain owner, you might be surprised to learn you have consented to this. It occurred when you purchased your domain, although you probably didn't read the terms and conditions associated with your purchase.

   To prove your domain is being infringed upon, you have to prove certain things. They are as follows:

1. You must prove the domain name in dispute is identical or confusingly similar to a trade or service mark you have registered. In simple terms, this means you must show the other guy is using a domain that most people would associated with your business. If I have a trademark for ZipIt and someone is using a NET suffix of this, it is confusing for the public.

2. You must also prove the owner of the other domain has no rights or legitimate interests in the domain.

3. Finally, you must prove domain name is registered by the other party and being used in bad faith. Indications of bad faith include the other party tried to sell it to you or one of your competitors for more than they paid for it, the other party has done this repeatedly to other companies, the other party registered the domain in an attempt to intentionally steal your clients.

   If you decide to pursue an infringement action, it is always handled as a binding arbitration. This essentially means the dispute is heard by a panel of arbitrators and their decision is binding upon you and the other party. The advantage of this is it tends to be less expensive than going to court, but your damages are limited to an act instead of money. Specifically, the panel can only issue instructions for the offending domain to be canceled, modified or left alone. The panel cannot award any monetary damages.

   At the end of the day, using the infringement arbitration provisions of the Uniform Domain Name Dispute Resolution Policy provided by ICANN is a good choice if you just want to terminate a domain you feel is infringing upon yours. The key to the dispute, however, is the fact you need to have a trademark or service mark first in most cases.


Posted at 06:16 pm by Stumper
Make a comment  




Monday, October 08, 2007
trademark and domain name

   Protecting intellectual property rights should be a critical step for any business. With an online business, protecting a domain name is all the more critical.

   Nothing is more aggravating than having someone infringe upon your domain name. The question for many sites, then, is how to go about protecting the domain. Filing for a trademark is one of the more popular and effective methods, but it is important to understand there are some issues that can come up.

   First and foremost, a domain name may only be trademarked if it is more than just an address pointing people to a site. This is often shown by matching the domain name to the actual name of the business and then incorporating it into the page of the site. Let's look at a classic example.

   Google is obviously a distinct trademark. The title "Google" is a trademarkable domain for two reasons. First, it is distinct. Second, it is both the domain name and the name of the business. Let's assume Google was located at a different domain. Say the domain was WoOwKamuKetahuanSelingkuhLagiDenganDirinya[dot]com. This new domain would not be trademarkable because it did nothing more than point the viewer to the site in question. The phrase "Google" still would.

   Another area that causes some confusion is the suffix of the domain. The suffix is the ending, usually com or net. Can you register a domain and include these suffixes? Many are surprised to learn that it is fairly difficult to do so. Why? Well, none of us have any exclusive rights to the "com", "net" or other suffixes out there. As such, the Trademark Office tends to dislike allowing their inclusion in marks. It can be done, but you should expect to wrestle with them over it.

   A final area of some confusion has to do with geographic descriptions. If you use a domain with a city, state or country in it, you are going to have problems. The Trademark Office does not allow people to poach upon municipalities or other defined areas. Sorry, but you can't register NewYorkCity[dot].com.

   At the end of the day, trademarking your domain name makes absolute senses if you can meet the relevant requirements. Said protection can be a powerful tool in helping you fight off third parties trying to poach on your name and reputation.


Posted at 11:55 pm by Stumper
Make a comment  




Tuesday, February 01, 2005
BAGI TEMEN YANG INGIN SMS GRATIS SILAHKAN KLIK LINK INI.

BURUAN MANFAATKAN SEKARANG JUGA LAYANAN SMS GRATIS....HUHUYYYY, TUNGGU APALAGI? KLIK BANNER DI BAWAH INI KALIAN AKAN LANGSUNG TERSAMBUNG DENGAN LAYANAN WEBSITE SMS GRATIS. KESEMPATAN TERBATAS !!!!

(http://theSMSzone.com) The SMS Zone: FREE MASKED and ANONYMOUS SMS

Posted at 07:36 pm by Stumper
Make a comment  




Tuesday, April 13, 2004
Susilo Bambang Yudhoyono Versus Megawati Soekarnoputri


PEMILU legislatif 5 April 2004 adalah pertarungan antara PDI-P dan Partai Golkar. Memang hadir 22 partai lainnya. Namun yang berpotensi menempati juara sejak dulu sudah diprediksi hanya PDI-P dan Golkar. Umumnya kompetitor utama dalam setiap pemilu hanya dua peserta.

Hal yang sama berlaku pada Pemilu presiden 2004. Pertarungan yang sebenarnya hanya akan terjadi antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. Memang akan hadir beberapa nama calon presiden lainnya. Namun yang memiliki peluang menjadi presiden, jika tak ada peristiwa besar, hanya Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.

Demikianlah hasil riset nasional yang dibuat LSI, di 345 desa dan kota di seluruh provinsi, tanggal 18-22 Maret 2004. Prediksi dan akurasi LSI sudah dibuktikan dalam Pemilu legislatif 2004.

Tanggal 3 April 2004, LSI melakukan konferensi pers mengenai prediksi hasil Pemilu 2004. Keesokan harinya, berbagai media nasional sudah mempublikasikannya. Memang KPU belum selesai menghitung perolehan suara. Namun NDI dan LP3ES sudah menghitung hasil pemilu itu melalui quick count. Secara random dan sistematis 2.000 TPS dipilih untuk dihitung. Hasil penghitungan cepat itu biasa dilakukan dalam tradisi pemilu.

Cukup menggembirakan, prediksi LSI sangat menyerupai hasil penghitungan pemilu riel NDI dan LP3ES. Perbedaannya sangat kecil saja, antar 0.3%-2,4%. Akurasi prediksi LSI bukan saja yang paling kecil derajat kesalahannya dibandingkan semua survei yang pernah dibuat di Indonesia sejak 1999. Prediksi LSI bukan saja lebih akurat dibanding lembaga jajak pendapat serupa untuk pemilu Indonesia, baik yang dikerjakan SSS, LP3ES atau lembaga internasional IRI dan IFES. Kecilnya indeks kesalahan LSI bahkan dapat dipertandingkan dengan lembaga jajak pendapat kelas dunia seperti Gallup Poll dan Sosial Weather Station.

Megawati Soekarnoputri

Jajak pendapat LSI yang sama juga memprediksi siaga satu buat Megawati. Jika tak ada perubahan yang berarti di pihak Megawati, dan tak ada blunder besar di pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati akan dikalahkan dalam pemilu presiden langsung. Era Megawati segera berakhir, kecuali jika ada inovasi yang berarti menuju 5 Juli 2004.

Ada beberapa indikasi popularitas Megawati yang terus merosot. Pertama, jatuhnya pamor PDI-P dari sekitar 32% di tahun 1999 hanya menjadi kurang dari 20% saja pada Pemilu 2004. Dari hasil perhitungan KPU, memang persentase PDI-P masih seputar 20%. Namun dengan makin banyaknya suara dari luar Pulau Jawa yang masuk, persentase PDI-P akan berkurang lagi di bawah 20%.

Sejak lama sudah dielaborasi bahwa identifikasi PDI-P adalah Megawati. Publik "menghukum" PDI-P sebenarnya dalam rangka menghukum Megawati. Jika publik puas dengan jalannya pemerintahan, jelaslah suara PDI-P akan bertahan atau bertambah. Tak ada interpretasi lain, publik meninggalkan PDI-P karena kecewa dengan pemerintahan. Hanya dengan melihat merosotnya suara PDI-P, sudah dapat terbaca bahwa publik kecewa dengan leadership Megawati Soekarnoputri.

Survei LSI menunjukan indikasi yang lebih jelas lagi dengan pertanyaan yang lebih eksplisit. Seluruh responden diwawancarai secara langsung, apakah mereka masih menginginkan atau tidak menginginkan lagi Megawati Soekarnoputri sebagai presiden RI 2004- 2009? Sangat mengejutkan, 69% menyatakan tak lagi ingin Megawati Soekarnoputri menjadi presiden.

Angka penolakan itu terlalu besar. Padahal untuk menjadi presiden, Megawati harus meraih dukungan lebih dari 50%. Apakah dalam waktu cepat, Megawati mampu mengubah persepsi sekitar 20% pemilih, atau 28 juta pemilih, yang menolaknya menjadi mendukungnya kembali.

Jika tidak, Megawati mungkin masih mampu masuk ke putaran kedua pemilu presiden. Namun ia segera dikalahkan dalam pemilu putaran kedua itu.

Jika publik tak suka Megawati namun masih belum menemukan tokoh tandingan, Megawati masih aman. Suara penolakan itu akan terpecah menjadi dukungan beberapa tokoh. Sangat mungkin perolehan tokoh alternatif itu tetap di bawah Megawati. Namun itu tidak terjadi dalam sebulan terakhir ini.

Sebelumnya, memang suara publik terpecah ke dalam beberapa tokoh, seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais dan Akbar Tandjung.

Sebelumnya, tak ada satu pun dari tokoh itu yang melampaui Megawati. Tapi kini situasi sudah berubah. Yang dijadikan tokoh alternatif oleh publik makin mengerucut ke satu nama, Susilo Bambang Yudhoyono.

LSI menanyakan publik dengan tiga format pertanyaan. SBY dipertarungkan dengan Megawati bersama lebih 12 capres lainnya. Lalu SBY juga dipertarungkan dengan Megawati dengan format enam capres. Terakhir , SBY juga berkompetisi dengan Megawati dalam format lima capres.

Di semua pertanyaan itu, SBY secara konsisten mengalahkan Megawati Soekarnoputri. Semakin sedikit jumlah capres yang bertanding, semakin mencolok kemenangan SBY, di atas 10%.

Capres Lain

Bagaimana dengan capres lain, seperti Amien Rais dan Akbar Tandjung? Amien dapat membaca arah angin dengan melihat peta politik baru. PAN tidak menjulang tinggi. Partai itu stagnan bahkan cenderung turun. Sebulan sebelum pemilu, PAN memberikan kesan bertambah besar, bahkan masuk tiga besar. Namun fenomena SBY, membuat banyak pemilih yang akhirnya justru lari ke Partai Demokrat.

Amien Rais dapat saja memaksakan diri maju dalam pertarungan calon presiden. Namun nasib Amien tak akan banyak berbeda dengan PAN dalam pertarungan pemilu legislatif. Jika Amien percaya pada prediksi LSI, jauh lebih aman ia memilih menjadi orang kedua, atau wakil presiden bagi calon presiden yang paling mungkin terpilih.

Hal yang sama terjadi dengan Akbar Tandjung. Dilihat dari segi kompetensi dan pengalaman, Akbar Tandjung mungkin capres terbaik. Akbar Tandjung juga sedang memimpin Partai Golkar yang menang pemilu. Persoalannya. Akbar Tandjung belum sembuh dari "hujatan" massal. Dalam posisi itu, ia masih diterima publik untuk maju sebagai wapres saja.

Jika nekat maju sebagai calon presiden, nasib Akbar Tandjung akan menyerupai Ramon Mitra pada pemilu Presiden Filipina yang pertama dipilih langsung, tahun 1992. Sebagaimana Akbar Tandjung, Ramon Mitra juga pemimpin partai terbesar dan juga Ketua DPR di sana. Namun dalam pemilu langsung, figur dan keharuman nama capres lebih menentukan daripada besar atau kecilnya partai yang mencalonkannya. Ramon Mitra dikalahkan bahkan hanya berhasil duduk di ranking keempat.

Momentum buat Akbar Tanjung bukan 2004, tapi 2009. Ia tetap potensial menjadi Presiden RI berikutnya, asalkan di tahun 2004-2009, Akbar Tandjung masih menduduki jabatan publik. Jika ia cukup rasional dan sabar, serta lingkaran Akbar Tandjung juga memahami logika pemilu langsung dalam negara demokrasi, jauh lebih aman bagi Akbar Tandjung jika ia memilih kursi wakil presiden saja untuk kali ini.

Susilo Bambang Yudhoyono

Yang harus dijaga oleh SBY saat ini adalah bagaimana memelihara popularitasnya. Opini publik sangat dinamis. Sebuah blunder besar dapat dengan segera memorakporandakan dukungan publik. Seandainyapun SBY kelak terpilih sebagai presiden, itu juga tidak cukup. SBY juga harus mampu memerintah secara efektif.

Justru di sini letak persoalan terbesar SBY. Perolehan suara Partai Demokrat hanya 7%. Jika dikonversi ke dalam perolehan kursi, dengan sistem sekarang, sangat mungkin perolehan Partai Demokrat lebih kecil lagi. Di parlemen, kekuatan Partai Demokrat sangat riskan. Ia segera menjadi presiden yang lumpuh, karena menjadi bulan-bulanan politik parlemen.

Tak bisa tidak, jika ingin menjadi presiden yang efektif, ia harus berkoalisi dengan salah satu dari partai besar, PDI-P atau Golkar. Jika dengan PDI-P susah karena ia harus bersaing dengan Megawati, maka Golkar adalah pilihan yang tersisa.

Namun SBY tak bisa berkoalisi dengan Golkar tanpa melalui pengurus partai yang menguasai Golkar. Partai punya hak recall di parlemen. Ketua Umum Golkar sangat berkuasa di parlemen. Hanya mengambil tokoh Golkar saja tapi jika tokoh itu bukan "penguasa" partai Golkar, politik parlemen tetap tak dapat dikendalikan oleh SBY nantinya.

Jika Megawati tak dapat bangkit lagi, stabilitas politik Indonesia pasca-Pemilu 2004, sangat ditentukan oleh "perkawinan politik" antara SBY dan Golkar. Jika Golkar mendukung SBY secara penuh, ia dapat menjadi presiden yang kuat. Sebaliknya, jika Golkar bersatu dengan PDI-P dan mengganggu SBY (jika ia presiden), pemerintahan Indonesia pasca 2004 akan jauh lebih lemah.

Dikutip Dari Hasil Survey Sebelum & Sesudah Pemilu 2004 Dalam Perebutan Kursi Nomer 1 Republik Indonesia.

Last Modified : 04/13/2004

By : DENNYS S

Posted at 06:55 pm by Stumper
Make a comment  




Next Page
 



Stumper
December 12th 1981  (Age 40)
Male
Yogyakarta


   





 
<< January 2022 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31






 
Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed